- Soeharto, Indonesia
Soeharto, lahir tanggal 8 Juni 1921, adalah mantan pimpinan politik dan militer. Dia bertugas sebagai pimpinan militer dalam perang kemerdekaan republik Indonesia. Akan tetapi, dia dikenal sebagai presiden kedua Indonesiayang berkuasa paling lama. dia memegang jabatan sejak tahun 1967 sampai 1998. pada akir 1900-an, praktik pemerintahan Orde baru yang otoriter dan semakin hari semakin korup telah banyak menimbulkan ketidak puasan dari masyarakat. Otoritas Soeharto tidak diragukan lagi dalam segala urusan yang terkabbeit dengan bangsa Indonesia. Saat Itu, dia kehilangan dukungan dari kalangan militer yang telah membesarkanya, juga dari institusi politik dan oraganisasi- organisasi politik lainya.
Pertengahan tahun 1998, ketidak puasan masyarakat itu pun memicu ketidak stabilan negara dalam semua aspek. dengan dimotori para mahasiswa dan tokoh reformasi lainya, masyarakat menuntut Soeharto untuk mengundurkan diri dari jabatanya. Setelah berkuasa sekian lama, Soeharto akirnya lengser dari jabatanya dengan tekanan dario berbagai elemen masyarakat.
Setelah tidah memegang jabatana sebagai presiden, ia kemudian melanjutkan hidup bersama keluarganya hinggga akir hayatnya. Namun demikian, polemik selama ia menjabat selalu menjadi perbincangan hangat. Dia diduga terlibat kegiatan KKN yang sangant merugikan negara. Tetapi sayangnya, kasus yang membelitnya ini tidak bisa diusut secara tuntas hingga akir hayatnya, karena dokter memvonis dia tidak bisa melanjutkan proses hukum dijalani karena faktor kesehatan yang tidak memungkinkan.
2. Ferdinand E Marcos, FilipinaFerdinand Emanuel Marcos atau yang dikenal Ferdinand Marcos, lahir pada tanggal 11 September 1917. Dia menjadi Presiden Filipina sejak tahun 1966 hingga 1986. Awalnya, dia adalah seorang pengacara, anggota dewan perwakilan rakyat Filipina pada tahun 1949 hingga 1959 dan anggota senat Filipina periode 1959-1965. Pada tanggal 1963, dia menjadi presiden senat.
Sebagai seorang presiden Filipina, prestasi terbesar dari seorang Mrcos adalah dibidang bangunan dan ifrastruktur dan diplomasi international. Namun demikian, pemerintahanya telah dirusak oleh korupsi besar-besaran, nepotisme, kesewenang-wenangan, enindasan politik, dan peelanggran hak asasi manusia yang dilakukan oleh rezim pemerintahanya.
Pada tahun 1986, dia dipaksa turn dari jabatanaya. Ribuan bahkan jutaan rakyat Filipina trurun kejalan dengan tuntutan Marcos segera nelepaskan jabatanya itu. sebab, dia telah diketahuai menginvestasikan jutaan dolar di Amerika Serikat. Tentu saja, uang tersebut adalah hasil korupsi yang dilakukanya ketika menjawab sebagai kepala pemerintahan di Filipina.
3. Mobutu Sese Seko, Kongo
Mobutu Sese Seko, lahir pada tanggal 14 Oktober 1930 dengan nama Joseph-Desire Mobutu. dia adalah Presiden Negara Zaire, sekarang telah berubah menjadi Negara Demokrasi Kongo. Dia bekuasa Dinegara itu selama 32 tahun, tepatnya sejak tahun 1965 hingga 1997 setelah ia berhasil menggulingkan penguasa sebelumnya yaitu Joseph Kasa-Vubu. Hingga saat ini warisanya selalu menjadi perebatanya hingga kin. Sebagian dari mereka mengutuk pemerintahan Mobutusebagai Tirani serta kesewenang- wenangan dan kejam.
4. Jendral Sani Abacha, Nigeria
Jendral Sani Abacha lahir di Kano, 20 September 1943 dan meninggal di Abuja, 8 Juni 1998. dia adalah pimpinan politik dan militer Nigeria. Dia menjadi Presiden secara de facto tahun 1992 sampai 1998.
Menurut sumber dari pemerintahan Abacha, sekitar tiga juta sampai empat juta dolar amerika yang ada diaset asing nigeria, dilarikan kedalam harta pribadinya, keluarga dan perwakilanya. Sebagai perjanjianya 2,1 triliun harus dikembalikan ke negara, dan sisanya boleh digunakan oleh negara Abacha.
Sekalipun hal ini telah mengundang unjuk rasa dan demenstrasi yang menganggap dia adalah pencuri uang negara, ini dibantah oleh anak sulung adari sang presiden yaitu Mohammed Abacha, yang menyatakan bahwa uang yang diterima oeh keluarganya memang benar-benar uang hasil jrih payah keluarnganya sendiri.
5. Slobodan Milosevic, Serbia/Yugoslavia
Slobodan Milosevic adalah salah satu tokoh kunci dalam perang Yugoslavia 1990an dan perang Kosovo tahun 1999. Pada perang Kosovo inilah yang dituntu oleh PBB sebagai perang kejahatan manusia di Kosovo. Ditambah lagi dengan kekerasan perang dan pelanggaran hukum, pelangaran berat terhadap Konvensi Jenewa di Kroasia dan Bosnia, dan beberapa tuduhan lainya.
Dia mengakui dan mengundurkan diri dari jabatanya setelah mendapatkan tekanan dan demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh rakyat Yugoslavia. Setelah sembilan bulan dia lengser dari jabatanya, dia hidup ditempat pengasingan dan akirnya dia ditangkap atas tuduhan korupsi ketika dia meangku kekuasaan.
Dengan waktu yang sangat singkat dia diekstradisi di pengadilan Den Haag. Dia melakukan pembelaan di pengadilan Kriminal International. Kemudian setelah lima tahun mendekam didalam penjara akirnya dia meninggal dunia karena serangan jantung.
6. Jean - Cloude Duvalier, Haiti
Jean - Cloud Duvalier biasa dipanggil bebe Doc atau Baby Doc, lahir pada 3 Juli 1951. Dia menggantikan bapaknya Papa Doc Duvalier, sebagai penguasa negara sejak tahun 1971 dia dgulingkan oeh rakyatnya pada tahun 1986. Dia Kemudian menetap di Prancis. Pada sat itu, dia bisa hidup mewah di sebuah vila elite di Hills of Cannes, dua apartemen diparis, dan juga mobil mewah Ferari. Dia kemudian menerapkan kebijkan politik "Politic Asylum", namun permintaanya ditoak oleh pmenrintah Prancis. Kemudian ia dipenjara oleh otoritas Prancis.
Dia kemudian kehilangan sebagian kekayaanya setelah bercerai dengan instrinya Michele pada tahun 1993. Meski kelihantanya dia tidak memiliki banyak uang, tetapi dia masih memiliki pendukung setia, yang kemudian mendirikan Francouis Duvalier Foundation tahun 2006, untuk mempromosikan aspek aspek positif dan keditaktoran termasuk penciptaan sebagian besar lembaga Haiti dan Memperbaiki aksek pendidikan di negara itu.
7. Alberto Fujimori, Peru
Selama karir politiknya, Fujimori adalah sosok yang kontroversial. Dia banyak dihargai karena kebijakan restorasi stabilitas makroekonomi Peru setelah gejolak kepresidenan Peru Garcia Perez (1985-1990) dan membawa kedamaian bagi negara setelah bebrapa tahun mengalami gejolak.
Meski demikian, dia mendapatkan banyak kritikan karena gaya kepemimpinanya yang otoriter, khususnya setalah tidak berhasil mengatasi kongres-kongres orang peru yang dilakukan pada 5 Juli 1992
Pada tahun 2000an setelah menghadapi skandal demi skandal, kritisme terhadap pelanggara HAM dan tibulnya ketidak stabilan, dia meningalkan Peru dan menghadiri konverensi Apec yang dilakukan di Brunei Darusalam dan kemudian perjalananya dilanjutkan ke Jepang, tempat terakir yang disinggahinya sebelum dia mengundurkan diri.
Pengunduran dirinya disampaikan melalui fax dan disampaikan secara resmi oleh kedutaaan besar Peru di Tokyo. Kongres Republik menolak pengunduran dirinya dan memecat dari tampuk pemerintahanya dan melarang dia ikut mencalonkan presiden selama 10 tahun.
Pada Oktober 2005 dia ikut serta dalam pemilihan presiden Peru pada tahun 2006, meski sebelumya dia telah dilarang untuk ikut dalam pemilu selama 10 tahun. smeskipun dia telah mendaftar sebagai calon presiden, akirnya dia harus didiskulaifikasi juga
8. Pavlo Lazarenko, Ukaraina
Pavlo Lazarenko merupakan politisi sekaligus mantan perdana menteri, pada tahun 2006 telah dikenakan hukuman di Amerika Serikat karena malakukan Money Loundring, penipuan dan pemerasan.
Pavlo Lazarenko terpilih menjadi ketua parlemen pada Maret 1998. saat itu dia menjadi fraksi dari partai politik yang membawahinya, yakni Hromada. Di dalam Parrlemen, biasanya dia berkoalisi dengan partai Oleksandr Moroz.
Pada bulan Desember 1998, dia ditangkap dalam kasus money loundering ketika dia terbang dari Prancis menuju Swiss. Dengan beberapa bulan saja dia sudah dibebaskan dengan uang tebusan tiga juta dolar Amerika Serikat.
9. Arnoldo Aleman, Nikaragua
Arnoldo Aleman lahir di Managua, Di Nikaragua pada 23 Januari 1946. Dia adalah Presiden Nikaragua pada tahun 1997 sampai 2002. sejak dia lengser dari jabatanaya, dia digantikan oleh wakilnya Enrique Bolanos. Bolanos menuduh Aleman telah melakukan korupsi besar - bearan dan menyebarkanya hingga bagian administrasi negara.
Berdasarkan informasi yang muncul, korupsi yang dilakukan Aleman juga melibatkan orang orang terdekatnya yaitu saudara - saudaranya hingga putrinya yang bernama Maria Dorales Aleman. Mantan perdana menterinya dan teman temanya juga terlibat, yg sebagian dari mereka telah meinggalkan negaranya.
Meskipun dmikian selalu ada tokoh kunci yang menjadi koplotan korupsi tersebut, Mantan kepalan Departemen Perpajakan, Byron Jere, telah berada didalam tahanan sejak bulan maret teatnya.
Sudah beberapa kali pemerintah asing membekukan rekening bank milik Aleman dan mengancam dana yang akan dimiliknya. Dalam kasus ini, pihak Aleman mengklaim bahwa kekayaan yang dimilikinya bukan dari hasil korupsi, tetapi semua diperoleh dari usaha perkebunan. Aleman secara resmi didakwa pada tahun 2002, ia dijatuhi hukuman selama 20 tahun karena tindakan korupsi dan kejahatan lainya termasuk money loundering. Selama persidangan, jaksa berhasil menunjukan bukti bahwa dia dan istrinya menggunakan dana yang sangat besar termasuk biaya tagihan Hotel Ritz Calrton di Bali sebesar 13.755 dolar amerika dan 68.506 dolar amerika untuk biaya hotel dan oleh oleh dari India.
10. Joseph Estrada, Filipina
Joseph Estrada lahir pada 19 April 1937. Dia adalah mantan aktor kawakan Filipina dan telah menjabat presiden selama 3 tahun 30 Juni 1998 hingga 20 Januari 2001. Dia secara paksa digulingkan oleh Revolusi Rakyat kedua setelah dakwanya dibatalkan disenat, dimana tujuh senator filipina menolak akun kedua bank miliknya yang akan menunjukan bukti bukti dari korupsi politiknya.
Pada tanggal 14 April 2001, dia diadili dipengadilan anti-korupsi Filipina. setalah pengadilan menemukan bukti - bukti yang memberatkanya, maka dia dijatuhi hukuman. Dia merupakan presiden pertama yang dihukum oleh pengadilan anti korupsi Filipina.
Referensi
Agus Haryanto. 2011. unlimited top ten.Jogjakarta : Buku Briu